Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah tegas untuk menangani remaja bermasalah dengan menerapkan program pembinaan berkonsep barak militer. Program ini menyasar remaja yang terlibat tawuran, geng motor, hingga perilaku menyimpang lainnya. Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyampaikan bahwa pendekatan disiplin ala militer diharapkan bisa membentuk karakter dan tanggung jawab para remaja.
“Kami tidak ingin menghukum, tapi membina. Anak-anak ini butuh pembimbingan dan keteladanan, bukan hanya teguran,” ujar Bima Arya dalam konferensi pers di Balai Kota.
Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan TNI untuk melatih para remaja selama beberapa minggu di lokasi khusus yang didesain seperti barak militer. Di sana, para peserta mengikuti rutinitas disiplin, latihan fisik, pembinaan mental, serta pendidikan nilai kebangsaan dan moral.
Satpol PP dan Dinas Sosial aktif menjaring remaja yang terjaring razia malam atau yang terlibat kasus kenakalan. Setelah melalui proses verifikasi, mereka akan menjalani pelatihan di barak selama jangka waktu tertentu.
“Kami ingin para remaja kembali ke masyarakat dengan semangat baru. Banyak dari mereka yang sebenarnya cerdas, tapi salah arah,” tambah Bima.
Orang tua pun diminta terlibat aktif dalam proses pemulihan perilaku anak. Pemerintah juga menggandeng psikolog dan tokoh masyarakat untuk memberi pendampingan selama masa pembinaan.
Kebijakan ini menuai tanggapan beragam. Sebagian masyarakat mendukung, namun ada pula yang meminta pendekatan lebih humanis. Meski begitu, medusa88 Pemkot Bogor tetap melanjutkan program ini sebagai solusi nyata mengatasi kenakalan remaja yang kian meresahkan.
